Perjalanan panjang menuju “New Zealand” + Perjuangan ASIX (part 2)

Standar

Lama baru bisa melanjutkan cerita saya ini🙂

beberapa yang menunggu, maafkan ya..🙂

Banyak sekali yang harus dikerjakan di sini. Kerja di Lab, menulis Thesis, mengurus anak dan suami juga.🙂

So, sampai mana kemarin seritanya ya….. ehem… OK.

Jadilah saya menyiapkan semuua keperluan beasiswa itu. Saat itu kebetulan masih bulan November 2011. Saya saat itu sedang hamil 6 bulan. Saya menyiapkan pendaftaran Test IELTS, belajar untuk tes IELTS. Saya sempatkan juga mengikuti Les dan diklat Bahasa Inggris yang diadakan oleh LIPI, jadilah saya yang saat itu hamil 6 bulan ikut diklat Bahas Inggris di Puncak Bogor selama 3 mingguan. Lumayan berat juga secara duduk susah, tiduran enggak mungkin kan?😀. Malam harinya pun masih belajar, karena kelas dimulai pukul 6 dan 7 pagi (kadang jam 6 sudah mulai agar pelajaran hari sabtu cepat selesai dan beberapa rekan bisa pulang ke Jakarta untuk menemui anak istri/suami), dan selesai rata-rata jam 9 malam. Cukup melelahkan, namun saya memberi semangat pada diri saya bahwa ini bagian dari perjuangan dari apa yang saya inginkan. Alhamdulillah hasilnya tak terlalu mengecewakan, prestasi saya cukup bagus di kelas TOEFL prediction nya di atas 500 tapi ga sampe 550 sih. Padahal butuhnya 550.

Satu minggu setelah itu, saya memberanikan diri mengikuti tes TOEFL ITP di Universitas Indonesia Depok. Hasilnya? Failed. masih di bawah 550. Saat itu hamilnya udah lumayan gede yah 7 bulanan. Kemudian saya coba lagi, 1x lagi selang 1 bulan kemuadian rasanya (saya agak lupa). Masih di bawah 550! Saat itu saya mulai berpikir bahwa deadline beasiswa ini bulan April. sedangkan  2 bulan lagi, yakni bulan Februari, saya melahirkan, Sehingga saya berpikir STOP dulu saja untuk tes TOEFL nya. Saat itu saya juga mendapat kabar dari pihak panitia NZ-AS bahwa mereka menghendaki score IELTS bukan TOEFL ITP.  Jadi saat itu saya mulai berhenti belajar TOEFL dan mulai mengkoleksi buku-buku latihan Tes IELTS. Sambil menunggu dede bayi lahir, tiada hari tanpa mengerjakan soal-soal latihan IELTS. Saat itu target saya hanya 6.0 for overall band, karena saya berpikir bahwa saya hanya belajar otodidak (tanpa Les) dan target saya tembus beasiswanya dulu baru kemudian mengejar IELTS lagi untuk tembus University requirement nya.

7 februari 2012 saya melahirkan Andra. Bahagia, dan lega rasanya. Mengurus bayi menjadi kesibukan saya 2 minggu pertama. hanya mengurus bayi, saya tinggalkan IELTS dan semuanya.. fokus hanya pada Andra. Baru kemudian saya sadar jadwal Tes IELTS saya datang 2 minggu kemudian, saya mulai belajar lagi. Kali ini benar-benar sulit. belajar IELTS sambil mengurus bayi?Ingin mengundurkan jadwal Tes IELTS, namun tak mungkin, kenapa? karena jadwal Tes berikutnya sudah melampaui batas akhir beasiswa. OK, saya coba untuk tetap fokus ke belajar sembari merawat Andra yang masih usia 2 mingguan. Oh Ya. Andra ASI ekslusif loh. jadi walau saya fokus belajar saya juga menyusui, saya tidak mau gagal dalam memberi ASI-Ekslusif untuk Andra.

Seminggu sebelum Tes IELTS, saya mendapat kabar yang cukup mengejutkan dari kantor, bahwa saya (yang saat itu masih cuti melahirkan, masih punya jatah 1 bulan lagi) harus ikut diklat fungsional peneliti selamat kurang lebih 3 minggu di Cibinong Bogor. Kaget? Iya… sangat! Saya tanyakan alasannya, karena kemungkinan ini diklat fungsional peneliti tingkat pertama yang terakhir dalam 1-3 tahun ini karena LIPI menunda seleksi CPNS baru, dan kantor semi ‘memaksa’ saya untuk ikut. saya bingung, karena Hari Jumat (H-1 Test IELTS) saya harus ikut upacara pembukaan di Diklat di Bogor. Mana harus persiapan Andra, Oh iya Andra gimana dong? saat itu tabungan ASI perah andra baru sekitar 5 botol. padahal diklat 3 minggu. Saya membuat keputusan Membawa ANDRA Diklat!! Akhirnya 1 minggu tersebut saya persiapkan untuk: Cari Kost-an terdekat tempat diklat yang dilengkapi Kulkas (tempat simpan ASIP), AC (andra ga bisa tidur kalo kepanasan, andra keringatnya sangat banyak), dan kalau bisa dapur mini untuk manasin asip, dll. Kemudian saya komunikasi dengan panitia diklat bahwa saya harus mengikuti tes IELTS untuk keperluan sekolah lagi di Semarang jadi saya ijin hari Sabtu dan Minggu untuk Tes dan menjemput anak.

Tantangannya, Kamis malam saya berangkat sendiri, meninggalkan Andra yang belum pinter mimi ASIP. Saya cuma ninggalin 6 botol, dan deg2an mudah2an cukup…. Jumat pagi saya sampe cibinong, kemudian ikut upacara dan survei kost serta bayar kost tsb utk 1 bulan, Jumat siang saya udah di stasiun pasar senen lagi. Sepanjang hari itu saya mompa ASI (pake tangan) jungkir balik hehe… dari mulai di kamar, di mushola stasiun, d WC stasiun, di kereta, dimanapun.. karena saya harus dapat minimal 6 botol lagi untuk Andra saat ditinggal Sabtu Tes IELTS. Akhirnya…. saya sampe Tegal Pukul 7 malam hari Jumat… langsung nyusuin Andra, sampe ketiduran.. Sabtu dini hari jam 2 dibangunin Ibu karena harus berangkat ke Semarang lagi naik kereta… Sampe semarang jam 5 pagi di stasuin Tawang. baca2 lagi materi IELTS.. OMG… karena semua jadwal ini aku ga konsen mau Tes IELTS. Padahal harapan beasiswaku bergantung pada tes perdana IELTS ku ini… JAm 8 mulai Test nya….. wah, ga tau deh pokoknya berusaha yang terbaik aja… dan setelah usai semua tinggal pasrah… dan PULANG ke Tegal!

Capek.. ngos2an rasanya 3 hari diforsir tenaga dan pikirannya. SAbtu malam packing barangku dan Andra, kemudian minggu pagi berangkat ke Cibinong buat Diklat selama 3 minggu, bersama Andra dan utinya Andra…

(to be continued..)

3 responses »

  1. Mbak….boleh nanya ndak dulu mbak kos dimana?? Kebetulan saya juga mau diklat peneliti tgl 5-25 Oktober besok. Sedang menyusui juga jadi perlu bawa anak. Lokasi saya di Magelang jadi gak memungkinkan kalau harus survei dulu tidak memungkinkan karena lokasi jauh.

    • jujur, saya lupa juga alamatnya… soalnya udah lama bgt. Tapi kalo ga salah waktu itu dapat kost an di daerah Perumahan Cipta Graha Permai. Itu perumahannya dekat dengan PEMDA cibinong, tp wktu itu saya bawa motor, jd ga susah bolak balik nya. tp ada an gkot juga kok walau masuk perumahannya harus jalan. Coba digoogling aja seputar prumahan itu. Saya hilang kontak dgn pemilik kost an, karna saya hilang HP dan kartu nya waktu sekolah d NZ. Saya ga yakin, tapi sepertinya ini kost nya:
      http://www.infokost.net/detail/kost-jl-tegar-beriman-cipta-graha-permai-blok-q16-cibinong

      Maaf, ga bisa bantu banyak yah.
      tapi klo mau tanya WA aja ke 0981215603985.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s