aku adalah Rahmi yang memilih Raka daripada Nimo (Cintapucino)

Standar

aku adalah Rahmi yang memilih Raka daripada Nimo. sedikit demi sedikit, kutinggalkan obsesi, dan…  kutinggalkan Nimo. kulupakan dua hal itu sama seperti datangnya. pelan-pelan hingga terbiasa.

Nimo.. Nimo… why must i know him if at least, i have to forget him? and, why must i love him?😦

Raka… Raka.. knowing that he’s not perfect after all made me think that he’s even more perfect than before. Perfect! karna aku menyadari,  kelemahan dan kelebihannya melengkapiku.

malam ini, aku sedang teringat pada Nimo. ingin mengirimi nya pesan, tapi mulai ada rasa segan. sejujurnya aku rindu padanya. aku ingin tahu kabarnya. tapi sekarang rasanya sudah berbeda. rasanya aku sudah tak pantas lagi berkomunikasi dengannya. aku merasa diriku jahat karena meninggalkan dia….. Nimo maafkan aku….. maaf  maaf maaf… aku merasa inilah jalan terbaik untuk kita. jika aku pergi, dia bisa leluasa tanpa beban melanjutkan ikatan cinta dengan kekasihnya. malam ini, aku hanya mengenang.. kekasih hatiku yang kubiarkan pergi, malam ini mampir sejenak di taman hati yang dulu hanya miliknya selama 3,5 tahun, walau sekarang orang lainlah yang menempatinya, Raka.

Raka. kini aku bisa berkata… dengan dialah aku ingin menikah. membangun keluarga, saling mengisi, dan saling menemani hingga di ujung waktu..🙂 do i love him? yes absolutely.

perbedaan perasaan dengan yang dulu adalah….. aku sadar, bahwa cintaku dengan Nimo banyak halangan, ada aja yang jadi masalah. sifat kami berdua sama. jadi tidak pernah klop. jika aku perfect, dia pun juga. jika aku minus dia juga. tidak saling melengkapi, terlalu banyak kres. dan aku sadar cinta saja tidaklah cukup…

Akhirnya aku menjadi seorang Rahmi yang memilih Raka. mencoba melupakan cinta yang lalu, dan membangun cinta yang baru. dan aku berhasil. setahun kujalani cinta baru, dan makin hari… aku makin yakin. Yes. i’ll marry Raka. i’ll wait. mungkin dia akan pergi begitu lama dan jauh. Namun, aku berusaha sabar….. aku akan menunggu.

Ending cerita ini akankah hanya sampai di sini?? belum.. belum… titik ini hanya pemberhentian sejenak, bukan akhir. seperti apakah ending nya? aku berharap tidak berubah.. Rakalah pilihan seorang Rahmi.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s