pelajaran moral: Teliti dan Hati-hati!

Standar

Yup! i am already back. setelah sekian lama berkelana ngalor ngidul ngetan dan ngulon di dunia nyata tanpa mampir ke dunia mayaku yang satu ini. weits.. bukan lebai kalau kemarin aku bilang ngalor, ngidul, dsb itu. aku emang lagi sering mondar-mandir ke berbagai kota demi satu hal : mencari kerja. Allahuakbar… ternyata beratnya mencari kerja di jaman sekarang.😦 dari mulai CPNS, swasta (termasuk BANK), perusahaan lokal, sampe multinasional, aku coba deh semuanya. tapi mungkin belum rezeki nya yah? jadi belum bisa terwujud.🙂 but i am glad. sebuah pengalaman baru telah aku dapatkan. sekarang aku berani ‘jalan-jalan’ sendirian di kota sebesar Jakarta dan Bandung demi bisa ikut test, atau apalah buat kepentingan ujian. :d

Aku yakin, dengan itu semua insyaallah mentalku ini dapat teruji. ditambah lagi di kala jatuh bangun lelah mencari kerja, terkadang musibah tak memandang situasi. Saat itu aku cukup waspada terhadap Jakarta (yang katanya kejam). namun, ternyata Dompetku tidak dirampas kejamnya ibukota, melainkan direnggut oleh nyamannya hati kota Jogja. mau tau apa yang kurasakan? 10 hari “travelling” yang membuat diriku lelah lahir dan bathin. jenuh. marah. kecewa. kemudian, mengetahui dompetku tercinta raib dari saku, entah jatuh entah dicopet? Hatiku hancur berkeping-keping. bayar ojeg pun hutang. pergi ke stasiun lagi demi mencari dompet dengan sisa tenaga yang ada serta mata mengantuk hebat akibat kurang tidur, ngutang pula buat bayar peron dan parkir. Belum terlintas di pikiranku lapor ortu, bukannya takut (Insyallah aku tak takut untuk bertanggung jawab), namun aku masih ingin mnjaga hati ibuku yang pasti akan gelisah jika tahu hal ini.

“Kau adalah darahku…. kau adalah jantungku… bla bla bla” suara Andra n the backbone sebagai ringtone HP ku bunyi. Ya Allah, ini dari kakakq. Duh, ga mungkin bisa bohong atau ga cerita. Finally……. i told him that my wallet was lost. Hiks…hiks… akhire nangis juga. apalagi dia cerita ke bapak ibu. Duh…duh… apalagi setelah dicari lagi di stasiun ga ada dompetnya. aku balik ke kost dengan gontai. Frustasi. Capek tingkat berat. Nguantuuk. Ga punya duit. Laper. akhire ak nangis… nangis dengan sedikit histeris. Teringat adanya ATM, langsung dah aku blokir. trus menenangkan diri. terus pinjam duit lagi ke harum (thank you… you are such a great angel to me🙂 ).  Trus dianter ma Gembil buat urus2 surat.. akhire kelar juga! termasuk bikin ATM lagi. Alhamdulillah… akhire bisa makan dengan tenang dan nikmat lagi…… (urusan surat2 penting belakangan deh. aku mikirnya yang penting istirahat dulu biar ga sakit)

Ya Allah… sungguh pelajaran berharga yang aku dapatkan. Lebih berhati-hati dalam melangkah. saat ini masih ada orang tua. kalau situasi kayak gini? aku bisa lari ke “pelukan” mereka. Esok? saat memang aku harus jadi single fighter ngadepin kerasnya hidup? Aku SENDIRI yang harus bertanggung jawab akan hasil perbuatanku. Belajar! dari sekarang, yang teliti dan cermat.😦

Sembari itu, tetep cari kerja dong. I hope that i will never give up! Ditolak…ditolak…ditolak… aku percaya bahwa nantinya akan ada perusahaan yang mau menerima aku.🙂 Alhamdulillah aku masih tetep usaha sampai sekarang, dan tetap berdoa pada Allah minta kekuatan. Bismillah……🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s